JAYAWIJAYA, NWTV — Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, secara langsung meresmikan sekaligus memimpin prosesi pembukaan Gereja GIDI Jemaat Damai yang berlokasi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Jumat (25/9/2026). Kehadiran fasilitas ibadah ini menjadi tonggak sejarah yang esensial bagi kehidupan kerohanian masyarakat setempat.
Rangkaian peresmian ini turut disaksikan oleh jajaran tokoh penting, meliputi Presiden GIDI, Ketua Wilayah Bogoga, Penasehat GIDI, Bupati Tolikara, dan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Kehadiran para klasis serta kader gereja dari lingkungan pemerintahan maupun swasta semakin mempertegas solidnya kolaborasi antara aparat negara dengan institusi keagamaan.
Di hadapan para tamu undangan, Gubernur John Tabo memaparkan bahwa fondasi pemerintahan provinsi selalu bersandar pada tiga pilar utama, yaitu adat, agama, dan pemerintah. Melalui prinsip tersebut, seluruh program pembangunan dirancang agar mampu menyentuh setiap dimensi kehidupan warga.
Implementasi nyata dari ketiga pilar ini direalisasikan melalui kucuran dana otonomi khusus (otsus) dalam postur anggaran daerah yang dialokasikan khusus untuk merangkul dan mendukung seluruh denominasi gereja.
“Kebijakan ini diambil guna memastikan bahwa rumah-rumah ibadah di Papua Pegunungan mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah, ” ujar Gubernur.
Dalam kesempatan yang sama, apresiasi tinggi juga diberikan kepada panitia pembangunan dan seluruh Jemaat Damai. Berkat kerja sama yang solid, konstruksi bangunan peribadatan yang megah tersebut berhasil rampung sesuai dengan target waktu yang ditentukan.
Melalui alokasi dana otsus tahun anggaran 2025 yang mencapai Rp3 miliar untuk Jemaat Damai, pemerintah memproyeksikan agar tempat ibadah ini dapat mengoptimalkan seluruh aktivitas spiritual umat. Selain di lokasi tersebut, program bantuan serupa juga telah didistribusikan kepada berbagai denominasi gereja lain yang tersebar di wilayah Jayawijaya beserta daerah sekitarnya.
“Peresmian ini sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan pemerintah provinsi dalam memperhatikan kebutuhan rohani masyarakat, ” tegasnya.
Sebagai langkah ke depan, Gubernur memastikan bahwa penyaluran bantuan untuk pembangunan rumah ibadah akan terus digulirkan secara bertahap pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Mengakhiri sambutannya, ia mengimbau agar seluruh lapisan jemaat terus memanjatkan syukur dan merawat ikatan persatuan dari dalam gereja.
“Dengan diresmikannya Gereja Damai GIDI ini, diharapkan pelayanan terhadap jemaat di wilayah ini dapat semakin berkembang dengan baik, ” harapnya.