TECH, NIES WORLD TV - Muse, asisten AI pribadi dari Meta, kini tidak lagi hanya dibaca lewat teks. Pada Kamis, 5 November 2026, Meta mulai menggulirkan Muse Voice untuk semua pengguna di Amerika Serikat, sehingga Muse bisa diajak bicara lewat suara dan video, dengan avatar animasi yang merespons secara langsung.
Fitur ini pertama kali diperkenalkan di konferensi Meta Connect pada Rabu, 23 September 2026, lalu digulirkan lewat dua teknologi baru, Muse Realtime Avatar dan Muse Realtime Voice. Pengguna cukup mengetuk ikon telepon di kanan atas chat untuk memulai percakapan, di ponsel, web, dan Mac. Meta menyebut percakapan itu akan hadir juga di AI Glasses dan perangkat wearable Muse Charm, yang rencananya meluncur sebelum akhir tahun.
Yang membedakan Muse dari chatbot biasa adalah wajahnya. Avatar itu berbicara dengan ekspresi dan gestur halus yang mengikuti nada percakapan, dan pengguna bisa menyela di tengah jalan untuk menambah informasi. TechCrunch mencatat, pengguna juga bisa mengubah avatarnya sesuai selera, dari sosok mirip manusia sampai karakter lain. Ada tiga pilihan tampilan: suara saja, avatar di samping percakapan, atau layar penuh seperti tatap muka.
Muse sendiri diluncurkan di Amerika Serikat pada Selasa, 8 September 2026 sebagai asisten pribadi yang merencanakan, memesan, dan membeli lewat aplikasi yang terhubung dengannya. Pertumbuhannya terbilang cepat. Dalam laporan keuangan kuartal ketiga, yang dibahas pada Selasa, 3 November 2026, CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut lebih dari 10 juta pengguna di Amerika Serikat dan Kanada sudah membuat agen pribadi Muse dalam sekitar enam minggu sejak peluncuran, dan sekitar 25 persen menggunakannya setiap hari.

Belanja menjadi penggunaan yang paling menonjol. Lebih dari seperempat pengguna Muse terlibat dalam perdagangan, dengan rata-rata pembelian di atas 200 dolar AS, termasuk transaksi perjalanan. Dengan kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu, 4 November 2026 sebesar Rp18.148 per dolar AS, angka itu setara lebih dari Rp3,63 juta. Meta menyiapkan monetisasi lewat biaya transaksi, langganan premium, dan layanan untuk bisnis.
Di balik layarnya, Meta juga memperkenalkan model baru bernama Muse Wonder, dengan fitur yang disebut active memory dan active focus. Active memory membuat Muse membawa hal yang penting dari percakapan sebelumnya ke tugas yang sedang dikerjakan, sementara active focus membuatnya tetap mengejar tujuan ketika sebuah tugas menemui jalan buntu. Untuk pengembang, tarifnya 4 dolar AS per satu juta token input, sekitar Rp72.592, dan 20 dolar AS per satu juta token output, sekitar Rp362.960. Meta belum mempublikasikan skor benchmark independen untuk model ini.
Soal biaya berlangganan, Muse tersedia gratis dengan batas mingguan, lalu paket Power 20 dolar AS per bulan, sekitar Rp362.960, dan paket Maximum 100 dolar AS per bulan, sekitar Rp1.814.800.
Keamanan juga sempat menjadi sorotan sebelum peluncuran. Meta membayar sekitar 1,2 juta dolar AS, sekitar Rp21,78 miliar, dalam program bug bounty untuk Muse, dengan hadiah tunggal terbesar 300.000 dolar AS, sekitar Rp5,44 miliar, untuk celah yang ditemukan pada tahap pengujian internal. Dari lebih dari 630 laporan yang masuk, 64 di antaranya dinyatakan valid.

Untuk saat ini, percakapan suara dan avatar baru tersedia di Amerika Serikat, sementara Muse sendiri sudah hadir di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Singapura. Meta belum memberi tanggal untuk negara lain, termasuk Indonesia.
Sumber: TechCrunch, 5 November 2026, "Meta says US users can now video chat with their Muse AI avatar"; Zacks, 3 November 2026; Yuphora, 6 November 2026; AI in Context, Oktober 2026; PrivacyNeedle, 2 November 2026.