Bupati Jayawijaya Hadiri Konferensi III GKII Pyramid, Dorong Persatuan Gereja

Wamena Nies World.TV.Bupati Jayawijaya Atenius Murip membuka secara resmi Konferensi ke-III Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Pyramid, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia mengajak umat, hamba Tuhan, dan masyarakat di wilayah adat Lapago memperkuat persatuan serta meninggalkan perpecahan antarkelompok gereja.

Konferensi tersebut digelar dalam rangka penguatan kapasitas gereja dan reorganisasi pelayanan. Bupati Murip mendorong gereja-gereja untuk segera bersatu dalam pelayanan Tuhan demi mewujudkan kedamaian, pembangunan, dan kesejahteraan.

Distrik Pyramid merupakan salah satu tempat bersejarah bagi masuknya Injil di Papua Pegunungan. Dari wilayah ini, pelayanan Injil kemudian berkembang ke berbagai kelompok gereja, antara lain Kemah Injil, Baptis, GIDI, dan denominasi lainnya.

Karena nilai sejarah dan peradabannya, Pyramid dinilai penting untuk dijaga dan dirawat agar dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata religi di Papua Pegunungan.

Di hadapan jemaat, tokoh agama, serta undangan dari daerah tetangga, Atenius Murip mengingatkan bahwa Distrik Pyramid memiliki nilai historis yang sangat penting sebagai salah satu titik sejarah masuknya Injil sekaligus tempat peradaban masyarakat di wilayah pegunungan.

Atenius Murip juga menyampaikan apresiasi kepada kaum ibu, pemuda, dan pemudi yang selama ini menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan gereja dan masyarakat.

Melalui Konferensi ke-III GKII Daerah Pyramid, Bupati berharap lahir kepemimpinan baru serta gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan umat. Ia juga berharap konferensi tersebut melahirkan kader-kader baru, inovasi baru, dan rencana kerja baru tanpa perbedaan.

Menurut Atenius Murip, pemerintah dan gereja merupakan mitra yang bersama-sama mewujudkan kedamaian, pembangunan, dan kesejahteraan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan rohani tersebut, Bupati Jayawijaya menyerahkan bantuan dana secara pribadi sebesar Rp50 juta.

Bantuan itu melengkapi dukungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang sebelumnya telah menyalurkan dana sebesar Rp50 juta untuk menyukseskan konferensi.