Wamena Sosok Inspirasih ! Nies Tabuni adalah konten kreator, YouTuber, dan sociopreneur asal Wamena, Papua Pegunungan. Melalui karya digital dan aktivitas sosialnya, ia berupaya memperkenalkan Papua dari sudut pandang masyarakatnya sendiri, sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk melihat daerah asal sebagai tempat bertumbuh dan berkarya.
Perjalanannya berangkat dari pengalaman personal yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga di Papua. Nies merupakan anak petani dari delapan bersaudara. Dari latar keluarga sederhana itu, ia membangun langkah secara bertahap hingga menekuni dunia komunikasi, media sosial, kewirausahaan sosial, dan pengembangan masyarakat. Ia juga menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom), bekal yang memperkuat perhatiannya pada kekuatan cerita dan komunikasi publik.
Kiprah Nies tidak berhenti pada produksi konten. Ia mengembangkan gagasan yang menghubungkan media digital dengan pendidikan, literasi, ekonomi lokal dan kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia. Bagi dirinya, pulang bukan sekadar kembali ke daerah asal, melainkan memilih untuk ikut mengerjakan perubahan dari lingkungan yang paling dekat.
Profil singkat
Konten kreator, YouTuber, dan sociopreneur asal Wamena, Papua Pegunungan; anak petani dari delapan bersaudara; lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).
Dari keluarga sederhana, merintis sejak 2017
Perjalanan Nies Tabuni sebagai kreator dimulai pada 2017. Pada masa awal itu, ia menggunakan laptop seadanya untuk mulai membuat dan mengembangkan konten. Keterbatasan perangkat tidak menghentikan langkahnya. Justru dari kondisi tersebut terlihat bahwa proses kreatif dapat tumbuh dari kemauan untuk memulai, belajar, dan memanfaatkan apa yang tersedia.
Latar belakang sebagai anak petani dari delapan bersaudara menjadi bagian penting dari cara Nies memandang kehidupan. Ia tidak tumbuh dari lingkungan yang serba mudah, tetapi dari keluarga yang mengenal kerja keras dan ketekunan. Pengalaman itu membuat perjalanannya terasa dekat dengan aspirasi anak-anak muda Papua yang ingin maju tanpa harus memutus hubungan dengan akar keluarga dan daerahnya.
Seiring waktu, aktivitas membuat konten berkembang menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman tentang Papua. Pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi turut membentuk cara Nies mengolah pesan, memilih sudut pandang, dan melihat media sebagai sarana yang dapat menjembatani masyarakat Papua dengan khalayak yang lebih luas.
Yang dibangun Nies bukan semata-mata kehadiran di dunia digital. Ia menempatkan proses kreatif sebagai jalan untuk mengenalkan potensi Papua, membicarakan kebutuhan masyarakat, dan menunjukkan bahwa cerita dari daerah dapat memiliki tempat penting dalam percakapan publik.
Memperkenalkan Papua melalui YouTube dan media sosial
Di balik aktivitasnya sebagai YouTuber dan konten kreator, terdapat visi untuk memperkenalkan Papua melalui YouTube dan media sosial. Platform digital ia gunakan sebagai ruang bercerita tentang daerahnya, bukan hanya sebagai tempat menampilkan karya pribadi. Dengan cara itu, Papua dapat hadir melalui pengalaman, suara, dan sudut pandang orang Papua sendiri.
Visi tersebut penting karena gambaran tentang Papua sering kali dibentuk dari luar. Nies berusaha menghadirkan narasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan potensi daerah. Konten menjadi pintu untuk memperlihatkan bahwa Papua memiliki anak muda yang mampu berkarya, berkomunikasi, dan mengambil peran dalam pembangunan.
Upaya memperkenalkan Papua juga berjalan beriringan dengan ajakan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton. Media sosial dipandang sebagai alat untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan gagasan, serta memperluas peluang. Dalam semangat itu, gagasan bahwa Papua sangat membutuhkan keterlibatan anak-anak daerah menjadi bagian dari arah perjuangan Nies.
Ia menunjukkan bahwa teknologi dapat dipakai untuk mendekatkan daerah dengan dunia, sekaligus menjaga agar cerita tentang Papua tetap berangkat dari pengalaman yang nyata dan bertanggung jawab.
Nies World Foundation dan kerja membangun masyarakat
Langkah Nies kemudian berkembang dari kerja kreatif menuju kerja kelembagaan melalui pendirian Nies World Foundation dan pengembangan Niesworld Group. Yayasan tersebut berbasis di Jayawijaya. Kehadirannya menandai upaya untuk menghubungkan gagasan, kerja sosial, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam bentuk yang lebih terarah.
Kontribusi Nies World Foundation mencakup beberapa bidang yang saling berkaitan. Pertama, pendidikan dan literasi. Melalui perhatian pada bidang ini, yayasan mendorong pentingnya akses pengetahuan dan kemampuan membaca informasi sebagai fondasi bagi masa depan anak-anak serta masyarakat Papua. Nama program SMP Papua Cerdas menjadi bagian dari kerja tersebut.
- Pendidikan dan literasi — memperkuat perhatian pada akses belajar, pengetahuan, dan kemampuan literasi melalui program SMP Papua Cerdas.
- Ekonomi lokal dan kreatif — mendorong potensi usaha serta karya masyarakat agar memiliki ruang untuk tumbuh dan dikenal lebih luas. Dalam bidang ini, Niesworld menjalin kemitraan dengan Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica.
Pengembangan sumber daya manusia — menempatkan peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan Papua yang berkelanjutan.

Ketiga bidang itu memperlihatkan cara pandang yang menyeluruh. Pendidikan membangun dasar pengetahuan, ekonomi lokal membuka peluang kemandirian, sedangkan pengembangan sumber daya manusia membantu masyarakat mengelola peluang tersebut. Kerja yayasan tidak ditempatkan sebagai kegiatan yang terpisah dari kehidupan warga, melainkan sebagai usaha untuk memperkuat potensi yang sudah ada.
Dalam kerangka Niesworld Group, media, kewirausahaan sosial, dan kerja pembangunan berjalan beriringan. Konten memperluas jangkauan cerita, yayasan mengorganisasi kontribusi, dan kemitraan membantu menghubungkan gagasan dengan kebutuhan di lapangan.
Membaca pembangunan Papua dari dekat
Pemikiran Nies Tabuni tentang pembangunan Papua bertolak dari pengalaman hidup dan keterlibatannya di daerah. Ia melihat pembangunan bukan hanya sebagai persoalan menghadirkan fasilitas, tetapi juga sebagai proses menumbuhkan manusia, memperkuat pengetahuan, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil peran dalam menentukan masa depannya.
Sudut pandang itu menjelaskan mengapa pendidikan, literasi, ekonomi lokal, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi perhatian yang berulang dalam kiprahnya. Pembangunan yang berakar di masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar program. Ia memerlukan keterlibatan orang-orang yang memahami konteks lokal, mengenali potensi daerah, dan bersedia bekerja dalam jangka panjang.
Bagi Nies, anak muda Papua memiliki posisi penting dalam proses tersebut. Mereka dapat menggunakan pendidikan, teknologi, dan kreativitas untuk membangun jembatan antara daerah dan dunia yang lebih luas. Namun, keterlibatan itu tidak harus selalu diwujudkan dengan pergi jauh. Pilihan untuk pulang dan bekerja dari daerah juga dapat menjadi bentuk kontribusi yang berarti.
Pemikirannya menempatkan kemajuan Papua sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan generasi muda memiliki ruang masing-masing untuk berkontribusi. Di tingkat akar rumput, perubahan dapat dimulai dari langkah yang sederhana, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Pulang untuk membangun dari akar rumput
Kisah Nies Tabuni memperlihatkan perjalanan seorang anak petani dari delapan bersaudara yang memulai karya dengan laptop seadanya, lalu berkembang menjadi konten kreator, YouTuber, dan sociopreneur. Dengan latar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom), ia memadukan kemampuan bercerita dengan kepedulian terhadap pendidikan, literasi, ekonomi lokal dan kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia.
Ia dipandang sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda Papua bukan karena perjalanan yang serba mudah, melainkan karena keberaniannya memilih pulang dan membangun daerah dari akar rumput. Dari Wamena dan Jayawijaya, Nies menunjukkan bahwa kontribusi dapat dimulai dari perangkat yang sederhana, cerita yang jujur, dan kemauan untuk terus belajar. Media digital menjadi jalur untuk memperkenalkan Papua, sementara kerja yayasan dan kemitraan menjadi cara untuk menerjemahkan gagasan ke dalam manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, kiprah Nies mengingatkan bahwa pembangunan Papua membutuhkan orang-orang yang mengenal daerahnya, percaya pada potensi masyarakatnya, dan bersedia bekerja secara nyata. Pulang, dalam konteks ini, bukan langkah mundur. Pulang adalah pilihan untuk ikut menumbuhkan kesempatan di tempat asal dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Sumber
- https://niesworld.tv/id/kisah-nies-tabuni-dari-konten-kreator-wamena-mendirikan-niesworld-foundation-hingga-membangun
- https://papua.tribunnews.com/2021/06/15/ceritakan-papua-lewat-youtube-nies-tabuni-ingin-daerahnya-dikenal-papua-sangat-butuh-kita
- https://niesworldblog.wordpress.com/about/